MAKALAH
Tentang
:
PENGINDERAAN, PERHATIAN, DAN
PENGAMATAN
Oleh
:
SAEFUL HUNA 153131027
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MATARAM
TAHUN AKADEMIK 2013/2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini tepat pada waktunya yang berjudul “Penginderaan, Perhatian Dan Pengamatan”. Selesainya penyusunan ini berkat bantuan dari berbagai pihak oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih kepada yang terhormat:
1. Dosen
pengampu mata kuliah Psikologi yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada
kami sehingga kami termotivasi dan menyelesaikan tugas ini.
2.
Secara khusus penulis menyampaikan
terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan
bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis, baik selama mengikuti
perkuliahan maupun dalam menyelesaikan makalah ini.
Diharapkan makalah ini dapat memberikan
informasi kepada kita semua tentang Penginderaan, Perhatian Dan Pengamatan.
Menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua
pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai
akhir.
Mataram, 03 April 2014
Penyusun,
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………...………………………………………………… i
DAFTAR ISI……………………………………………………………...…...… ii
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang…....……………………………………………………... 1
B. Rumusan
Masalah……………………………………………………….. 1
C. Tujuan……………………………………………………………………. 1
BAB II. PEMBAHASAN
1.
Penginderann……………………………………………....……………. 2
2.
Perhatian………………………………………………………………… 2
3.
Pengamatan……………………………………………………………… 3
BAB III. PENUTUP
A. Kesimpulan……………………………………………………………… 5
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latara Belakang
Sesuai dari katanya, bahwa psikologi terdiri dari dua kata yang mempunyai arti. Psik logi ini merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Diman ilmu ini sangat penting untuk kita pelajari sebagai Mahasiswa dan Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang akan di aplikasikan nanti kalau sudah masuk dunia mengajar ataupun terjun di dalam masyarakat. Perhatian pada psikologi yang terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman meraka sendiri. Maka bagaiman tentang perhatian psikologi umum.
Penginderaan, perhatian dan pengamatan biasanya dilakukan oleh orang yang cerdas, terjadi terhadap suatu proses dengan maksud merasakan dan memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan.
Penanggapan itu umumnya penghajatan kembali bekas-bekas yang diteima dahulu dari Penginderaan, perhatian dan pengamatan yang sekarang digambarkan kembali dalam kesadaran.
Dalam makalh ini akan di bahas satu persatu tentang perhatian terhadap psikologi umum beserta Penginderaan, perhatian dan pengamatan.
B. Rumusan masalah
1. Apa Pengertian Pengindraan ?
2. Apa Pengertian Perhatian ?
3. Apa Pengertian Pengamatan ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui tentang pengindraan
2. Untuk mengetahui tentang perhatian
3. Untuk mnegetahui tentang pengamatan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengindraan
Sejak individu dilahirkan, ia langsung berinteraksi dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya dan menggunakan alat indera dalam mengenali dunia luar. Dalam mengenali dirinya sendiri maupun keadaan sekitar sangat berkaitan dengan persepsi. Karena itu proses penginderaan tidak dapat lepas dari proses persepsi, dan proses penginderaan merupakan proses pendahulu dari proses persepsi. Proses penginderaan akan selalu terjadi setiap saat, pada waktu individu menerima stimulus melalui alat inderanya, melalui reseptornya. Alat indera merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya (Branca, 1965; Woodworth dan Marquis, 1957 dalam BImo Walgito, 1997).
Terkait dengan alat penginderaan dikenal pula konsep sensus yang dalam bahasa Indonesia sering dipadankan dengan rasa ataupun indera, tapi konsep rasa ini berbeda dengan perasaan (feeling).
Definisi penginderaan (sensation) menurut Wundt adalah penangkapan terhadap rangsang-rangsang dari luar dan dapat dianalisa sampai elemen-elemen yang terkecil.
B. Perhatian
Aspek psikologis yang berkaitan dengan prilaku manusia adalah perhatian. Notoatmodjo (2007) mengatakan bahwa perhatian adalah pemusatan energy psikis yang tertuju kepada objek –objek tertentu dan sangat dipengaruhi banyak atau tidaknya kesadaran yang menyertai aktivitas yang dilakukan. Selain itu juga perhatian manusia sangat tergantung kepada luas atau tidak objek perhatiannya, terjadinya (timbulnya), intensitasnya, dan daya tariknya (perhatian).
Pertama, perhatian berdasarkan pada luas atau tidaknya menunjukkan bahwa perhatian dapat terjadi secara terpencar dan terpusat. Perharian terpencar ialah, perhatian yang terteju pada berbagai objek sasaran. Perhatian terpusat (konsentrasi) ialah perhatian yang tertuju kepada satu objek dan terbatas satu focus perhatian.
Keduan, perhatian berdasarkan timbulnya, yakni perhatian yang terjadi secara spontan dan perhatian dengan di sengaja. Perhatian spontan ialah perhatian yang timbul tanpa diinginkan. Sedangkan perhatian disengaja ialah perhatian yang timbul akibat adanya usaha-usaha untuk memberikan perhatian.
Ketiga, perhatian berdasarkan intensitasnya, dibedakan atas banyak atau tidaknya kesadaran yang menyertai kegiatan. Prinsipnya adalah semakin banyak kesadaran yang menyertai suatu kegiatannya, maka semakin intensip perhatiannya. Sebaliknya semakin sedikit kesadaran yang menyertai suatu kegiatan, maka semakin sedikit kesadaran yang menyertai suatu kegiatan, maka semakin sedikitnya yang menyertai kegiatan (makin tidak intensip perhatiannya).
Keempat, perhatian berdasarkan pada objek dan subjek perhatiannya. Perhatian menurut objeknya mengarah kepada kualitas objeknya,daya tarik objeknya, baru, asing dan menonjol. Kegagalan orang mencari hal-hal baru atau aneh akan selalu menjadi focus perhatian seseorang. Sementara dari sisi subjektivitasnya, maka yang menjadi perhatian adalah yang berkaitan dengan sisi fungsi, sudut kepentingannya, tingkat kebutuhannya, jenis kegemaran, pekerjaan, jabatan, sejarah hidup dan sebagainya.
C. Pengamatan
Manusia mengeal dunia riel sekitarnya adalah dengan cara melihatnya, mendengarkannya, membaunya, ataupun mengecapnya. Cara mengenal objek yang seperti ini biasanya disebut dengan proses mengamati, sedangkan ketika dia melihat, mendengar atau mengecap berarti adanya modalitas pengamatan. Hal-hal yang diamati itu akan dialami menurut waktu, jumlah, dan materinya. Dalam pengamatan biasanya dilukiskan menurut pengaturannya agar memungkinkan subjek melakukan orientasi (Suryabrata, 1989).
Adapun pengaturan tersebut meliputi :
a) Pengaturan menurut tata ruang yang dulukiskan dalam pengertian atas bawah, kiri kanan, jauh dekat, tinggi rendah, dan sebagainya.
b) Pengaturan menurut waktu yang dilukiskan sebagai pngertian masa lampau, masa kini, dan masa yg akan datang.
c) Pengaturan menurut gestal, yakni pengaturan sebagai kebulatan arti, missal kata rumah, orang, kursi, dan sebagainya.
d) Pengaturan menurut arti , yakni pengamtan terhadap objek-objek menurut arti-arti dari masing-masing individual, misalnya kata pabrik bias diartikan dar sudut kegiatannya, yakni sebagai tempat orang memproduksi barang atau sebagai kegiatan organisai.
Beberapa aspek psikologis yang berkaitan dengan pengamatan sebagai berikut:
1. Penglihatan
Penglihatan ialah proses pengenalan kepada objek-objek luar melalui alat indra penglihatan terhadap suatu kesatuan bentuk, lambing, atau warna. Melalui penglihahatan seseorang akan mendapatkan arti dan kesan yang pada akhirnya akan membentuk suatu perilaku. Berdasarkan pada objeknya, maka penglihatan dapat dikelompokkan atas tiga bagian, yakni penglihatan menurut bentuk, kedalaman, dan warna.
a) Melihat berdasarkan bentuk
Melihat bentuk berarti melihat suatu objek yang berdimensi dua. Arti dari suatu penglihatan tidak dapat berfungsi jika kita melihat objek terpisah antara yang satu dan yang lainnya. Suatu penglihatan akan berarti jika kita melihat suatu objek secara bersamaan antarletak (posisi) dengan latar belakangnya, antara bagian-bagian dengan keseluruhannya, atau objek-objek pokok dan latar belakangnya yang sekaligus terjadi secara simultan setiap objek penglihatan akan membentuk gestal berdasarkan kedekatannya, ketertutupan, ataupun kebersamaan dari suatu objek.
b) Melihat menurut kualitas kedalamannya
Melihat menurut kedalamannya berarti kita melihat objek-objek dari sudut pandang tiga dimensi. Salah satu gejala yang terpenting dalam melihat kedalaman ialah adanya konstansi besarnya objek, misalnya saat kita meletakkan telapak tangan dengan jarak 20 cm dan 30 cm dari sudut pandang mata kita, maka akan terlihat sama besarnya. Atau saat kita menghampiri orang lain, hal ini menunjukkan bahwa bukan berarti tubuh orang itu semakin besar, namun jarak kita yang semakin dekat dengan dia. Beberapa factor yang menyebabkannya yaitu:
Ø Objek-objek yang dihadapi tidak akan terlihat sebagai fenomena-fenomena yang berdiri sendiri, tetapi memiliki hubungan satu sama lainnya.
Ø Adanya prinsip proporsionalitas, yakni proporsi atau perbandingan antara benda-benda yang pada dasrnya adalah sama. Hal terlihat jelas saat benda di hilangkan maka konstansi besranya pun hilang.
c) Melihat menurut warna
Melihat suatu objek berdasarkan warna akan berdampak terhadap suasana perasaan dan nilai lambang warna. Melihat warna berdasarkan aspek perasaan (afektif) berarti adanya reaksi atau dinamika emosional seseorang. Missal kita melihat warna hitam dapat memberikan suasana takut. Sedangakn melihat warna menurut nilai lambang berarti memberikan makna potensial bagi seseorang atau kelompok. Dalam batas lingkungan kebudayaan Indonesia, warna putih melambnagkan kesucian, cerah; warna merah melambangkan sifat-sifat ekspansif, riang, dan ringan; warna hijau memberikan makna keseimbangan, keselarasan, ketenangan, adanya pengharapan, dan sebagainya (Suryabrata, 1989).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penginderaan adalah penangkapan terhadap rangsang-rangsang dari luar dan dapat dianalisa sampai elemen-elemen yang terkecil.
Perhatian adalah pemusatan energy psikis yang tertuju kepada objek –objek tertentu dan sangat dipengaruhi banyak atau tidaknya kesadaran yang menyertai aktivitas yang dilakukan.
Pengamatan dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi sama dengan orang lain, baik secara lahiriah, maupun secara bathiniyah. Misalnya pengamatan seorang anak laki-laki untuk menjadi sama seperti ayahnya atau seorang anak perempuan untuk menjadi sama dengan ibunya. Proses pengamatan ini mula-mula berlangsung secara tidak sadar atau dengan sendirinya kemudian irrasional, yaitu berdasarkan perasaan-perasaan dan kecendrungan.
DAFTAR PUSTAKA
v Herri Zan Pieter, Dr. Namora Lumongga Lubis., Pengantar Psikologi Unutk Kebidanan, Edisi Revisi. 2010. Jakarta: PT.Fajar Interpratama Mandiri. KENCANA PRENADA MEDIA GROUP
v http://deszonewordpress.com/2009/05/18/penginderaan-persepsi-dan-persepsi-sosial/ [di akses pada rabu 02-04-2014 pukul 22:50]
v http://karimpamelacms.blogspot.com/2012/04/psikologi-umum-s1html?m=1 [di akses pada rabu 03-04-2014 pukul 00:30]
v
